HYPOTONIK, Isotonik & Hipertonik

OSMOLALITAS

Semakin banyak bahan yang ditambahkan ke dalam larutan (elektrolit, gula, vitamin, mineral dll), semakin tebal konsentrasinya menjadi semakin lambat dan diserap ke dalam tubuh.

Osmolalitas adalah pengukuran konsentrasi cairan yang ditunjukkan oleh jumlah zat terlarut per volume cairan. Osmolalitas darah dan cairan tubuh kira-kira 290 mOsmol / L.

  • Solusi hipertonik memiliki osmolalitas yang lebih tinggi dari pada tubuh (> 300 mOsmol / l)
  • Solusi isotonik memiliki osmolalitas yang serupa dengan tubuh (= 290 mOsmol / l)
  • Solusi hipotonik memiliki osmolalitas yang lebih rendah dari pada tubuh (<280 mOsmol / l) yang secara aktif meningkatkan penyerapan cairan.
KEMISKINAN

Tonisitas mengacu pada konsentrasi larutan dan gradien tekanan osmotik yang tercipta di membran semipermeabel (seperti usus). Hal ini pada gilirannya menentukan arah air mana yang akan melintasi membran tersebut dengan air yang bergerak dari larutan dengan konsentrasi rendah ke larutan dengan konsentrasi tinggi untuk mencoba dan mempertahankan keseimbangan.

SALDO LISTRIK

Jika cairan elektrolit adalah cairan Hyper-tonik (konsentrasi tinggi) akan ditarik keluar dari tubuh dan ditarik ke dalam usus untuk mengencerkan larutan itu kembali ke keadaan iso-tonik.
Solusi HYPOTONIC memiliki konsentrasi elektrolit lebih rendah daripada tubuh yang memungkinkan larutan diserap lebih cepat daripada minuman hipertonik dan Isotoinc atau air biasa. Penyerapan cepat ke dalam tubuh ini mencegah dehidrasi lebih efektif dan membantu menghindari perasaan kembung di perut saat cairan tidak diserap dengan cepat. Karena efektivitas solusi hipotonik, obat ini biasanya digunakan untuk memberi cairan secara intravena kepada pasien yang dirawat di rumah sakit untuk merawat atau hindari dehidrasi

AQUALYTE ADALAH SOLUSI HIPOTONIK DENGAN OSMOLALITAS 150 MOSMOL / L YANG MEMPROMOSIKAN PENERIMAAN FLUIDA RAPID YANG MEMBANTU UNTUK MENCEGAH DEHIDRASI DAN AFFEK TERSEBUT TERHADAP KESEHATAN DAN KINERJA.

Solusi Elektrolit

Ada 4 manfaat utama dari larutan elektrolit di atas air biasa. Ini adalah palatabilitas atau rasa, tingkat penyerapan, energi dan keseimbangan elektrolit.

PALATABILITAS
Ada sebuah penelitian besar yang menunjukkan bahwa orang akan secara sukarela mengalami dehidrasi saat bekerja di padang pasir bila diberi air saja. Minuman dengan rasa akan mendorong orang untuk minum lebih banyak cairan daripada air biasa sehingga membantu mencegah dehidrasi.

TINGKAT PENYERTAAN
Penambahan glukosa dan natrium menjadi larutan (jika dilakukan dengan konsentrasi yang benar) dapat membantu menciptakan larutan HYPOTONIC yang dapat meningkatkan tingkat penyerapan 4-6 kali dibandingkan dengan air biasa. Kombinasi kedua bahan ini membantu mengumpulkan muatan ‘elektrokimia’ yang mendorong perpindahan cairan yang aktif (melalui sistem ko-transport) dibandingkan dengan mengandalkan osmosis pasif atau difusi saja.

ENERGI
Penambahan jumlah kecil (penekanan pada jumlah kecil) glukosa memberikan beberapa energi untuk kerja otot dan pencegahan kelelahan. Hal ini sangat penting pada tanda 60 menit saat berolahraga atau sejam sebelum istirahat makan bagi pekerja saat kadar glukosa darah mulai turun dan kapasitas / keluaran kerja mulai terganggu.

SALDO LISTRIK
Untuk aktivitas berkepanjangan (berolahraga atau bekerja) dimana ada tingkat dehidrasi yang tinggi, konsumsi air saja bisa berbahaya karena keseimbangan elektrolit normal tubuh bisa ‘disiram turun’ atau diencerkan. Kondisi ini dikenal dengan Hyponatremia, yang dapat menyebabkan kebingungan, sakit kepala, mual dan kembung. Dalam kasus yang jarang dan ekstrim ini bahkan bisa menyebabkan kematian.

GULA
Terlalu banyak glukosa mempengaruhi tonisitas solusi (Osmolaritas) yang memperlambat penyerapan dan dapat menyebabkan masalah kesehatan terkait lainnya. Hanya sejumlah kecil glukosa yang harus ditambahkan ke larutan elektrolit.

HYPONATREMIA
Hiponatremia Akut biasanya tidak menjadi masalah untuk kejadian durasi pendek namun mungkin menjadi relevan semakin lama durasi dan semakin besar volume cairan yang dibutuhkan untuk mempertahankan hidrasi. Dimasukkannya elektrolit kunci ke dalam minuman akan membantu mencegah terjadinya hal ini.

RINGKASAN
Selain air, larutan elektrolit memiliki peran penting dalam membantu mencegah dehidrasi dan ini berdampak pada kesehatan dan kinerja individu aktif, atlet dan pekerja.

lubricant Container

Tips Untuk Merawat Mesin Mobil Tetap Awet

Tips Untuk Merawat Mesin Mobil Tetap Awet –  Nah disini kami akan mencoba mengulas atau membagikan cara yang sederhana dalam merawat mesin mobil yang dapat anda lakukan sendiri dirumah, misalnya dalam pergantian oli secara berkala, pengecekan filter udara dan sebagainya yang akan coba kami kupas secara singkat untuk anda semua, kalau begitu tidak berlama-lama simak saja ulasan berikut ini.

Membersihkan Komponen Filter Karburasi

Bersihkanlah komponen ini dengan menggunakan sikat gigi supaya kotoran serta kerak yang menempel atau melekat dapat hilang. Pada saat membersihkan filter karburasi ini, jangan menggunakan hairdrayer atau juga compressor karena akan dapat mengakibatkan kerusakan pada filter karburasi ini. Dalam hal ini mungkin anda sering mengalami susahnya menyalakan mesin mobil, ya masalah ini sering sekali timbul karena kurangnya pengecekan pada bagian filter karburasi. Filter karburasi yang kotor karena jarang dicek tentu hal ini akan dapat menimbulkan masalah yang cukup merepotkan seperti susahnya mesin dinyalakan. 

Pengecekan Air Radiator Atau Coolant

Untuk komponen yang satu ini dapat dikatakan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga suhu mesin mobil. Yang dimana bila air dalam radiator kosong tidak hanya akan menjadikan mesin tersebut menjadi rusak namun juga dapat membuat keamanan dan kenyamanan pengemudi jadi terganggu. Kekosongan air pada radiator akan dapat menyebabkan mesin tersebut menjadi panas atau yang disebut dengan overheat. Nah jika sudah mengetahui betapa pentingnya radiator pada mesin mobil, kini anda jangan sampai lalai untuk pengecekan pada air radiator dan jangan sampai kehabisan atau kosong.

Dengan Pacu Mobil Anda

Pada mobil yang telah memiliki usia atau dalam pemakaian yang cukup lama tentu akan dapat menghasilkan kotoran atau kerak di beberapa komponen mesin. Untuk mengatasinya cukup mudah, anda hanya cukup menginjak pedal gas dalam-dalam supaya kerak tersebut masuk ke saluran knalpot dan terbuang. Namun anda tetap harus mengutamakan keselamatan dalam berkendara pada saat mobil tersebut dipacu dengan kencang.

Mengganti Oli Mesin Secara Berkala

Untuk kinerja yang dihasilkan oleh mesin mobil hal ini tergantung pada tahap perawatan yang satu ini, supaya kondisi mesin tetap awet dan prima, untuk itu alangkah baiknya lakukan pergantian oli mesin secara berkala sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh pabrikan dari mobil tersebut, namun pada umumnya dalam pergantian oli mesin dilakukan setiap 3000 km hingga 5000 km sekali.

Untuk memastikan oli yang di tuangkan ke mobil anda benar-benar terjaga, pastikan bengkel anda menggunakan Lubricant Transfer Container. Alat seperti ini pengganti wadah oli yang konfensional, biasanya alat konfensional tersebut kotor dan berkarat, itulah yang sering menyebabkan kualitas oli anda menjadi menurun. Lubricant transfer Container ini sebenarnya sudah banyak digunakan di luar negeri, di luar sana performa mesin sangat mereka jaga, oleh sebab itu mereka menggunakan container yang baik untuk memindahkan oli daru Drum drum besar ke mesin.

Ini Penyebab Utama Mobil Turun Mesin

Ini Penyebab Utama Mobil Turun Mesin – Untuk melakukan turun mesin tentunya perlu dilakukan analisa terlebih dahulu, yang dalam hal ini ada beberapa gejala yang merupakan tanda-tanda mesin harus di over haul yakni asap putih yang keluar dari knalpot, mesin mogok, pada sistem pelumas/oli yang berubah warna jadi putih kecoklat-coklatan karena bercampur dengan air, adanya suara yang tidak normal dan lain sebagainya. Untuk pekerjaan seperti turun mesin atau overhaul ini tidaklah mudah, dan butuh waktu yang tidak sebentar. Makanya ongkos untuk overhaul sendiri ini tidaklah murah, dalam hal ini dapat mencapai 1 juta rupiah bahkan lebih tergantung dari kerusakan yang terjadi.

Dalam hal ini biasanya disebut dengan istilah turun mesin, karena didalam pekerjaan tersebut memang mesin diturunkan dari mobil tersebut untuk diperiksa secara teliti dan diperbaiki. Overhaul merupakan suatu langkah dalam memperbaiki sebuah mesin mobil dengan menurunkan dengan membongkar mesin tersebut dan diperiksa dengan sangat teliti sehingga didapat information yang cukup valid. Data yang sudah diperoleh, yang selanjutnya akan dibandingkan dengan spesifikasi yang terdapat pada buku manual, bila hasilnya tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada maka perlu tindakan selanjutnya apakah diperbaiki ataukah diganti dengan komponennya dengan yang baru. Kalau sudah diperbaiki dan yakin bahwa tidak ada kendala atau masalah lagi langkah selanjutnya adalah merakitnya seperti sediakala.

Dalam hal ini bila ditanya mau apa tidak mesin mobil rusak, pasti jawabnya tidak. Tetapi adakalanya umur dari mobil mengharuskan untuk dilakukan over haul, tetapi dibalik itu semua ada beberapa cara untuk dapat mencegah atau membuat mesin tersebut lebih awet agar tidak rusak vatal yang mengharuskan untuk di over haul, seperti ganti oli secara rutin, pemakaiannya benar, service dan perawatan berkala dan lain sebagainya.

Dan selain itu juga untuk perlu diketahui ada beberapa penyebab mesin di overhaul, agar nantinya kita dapat mencegah dan lebih waspada agar mobil tidak mudah rusak yang membuatnya harus di overhaul.

Penyebab Utama Mobil Turun Mesin

Nah berikut ini beberapa penyebab mesin mobil turun mesin.

Mobil Kemasukan Air (Water Hammer)

Mobil dalam hal ini ternyata juga dapat kemasukan air, umumnya air ini dapat masuk melalui saluran hisap ketika mobil berada di jalan yang tergenang air, atau pada saat banjir terjadi. Air yang masuk ini akan ikut berada di ruang bakar, yang dalam hal ini  kita tahu bahwa air bukan merupakan zat yang bisa dikompresi seperti udara. Sehingga bila ditekan oleh piston maka dapat menyebabkan piston menjadi berlubang/pecah, rod patah, katup bengkok, poros engkol rusak dan juga mobil mogok. Langkah antisipasinya adalah hindari melalui jalan yang sering tergenang air yang tinggi, dan hidari juga dengan mengendarai mobil tersebut pada saat terjadi banjir. Supaya mobil tersebut terhindar dari turun mesin, maka perawatan rutin merupakan kunci utamanya. Jadi mobil yang dirawat akan lebih awet bila dibandingkan dengan mobil yang jarang dirawat.

Pelumasan Buruk, Oli Kurang Atau Habis

Penyebab yang kedua mobil turun mesin ialah pada sistem pelumasan yang buruk, dapat juga oli mesin yang habis. Sistem pelumasan pada mobi memiliki fungsi yang sangat-sangat penting, yaitu untuk melumasi secara kontinyu pada komponen-komponen mesin yang bergerak maupun bergesekan, tentu apabila tidak ada pelumasan maka akan membuat komponen-komponen tersebut mengalami kerusakan. Pernah terjadi kasus, oli mesin tinggal satu liter dan sudah berlangsung selama satu bulan. Hasilnya terjadi kerusakan pada bantalan poros engkol, yang dalam hal ini mengharuskan untuk diganti. Gejala yang timbul adalah suara yang tidak normal.

Untuk mengantisipasi supaya oli tidak menjadi kurang atau habis ialah dengan secara rutin dengan memeriksa jumlah oli melalui deep stick oil. Serta tentunya harus dilakukan penggantian oli mesin secara berkala. Yang tidak kalah penting ialah dengan perhatikan juga pada indikator oli di dashbord mobil. Apabila indikator tekanan oli tersebut menyala (gambar cangkir ada tetesan) menandakan bahwa terjadi masalah yang dalam hal ini sistem pelumasan mobil tersebut seperti tekanan kurang, sirkulasi buruk dan lain-lain dan penyebabnya bisa jadi pompa oli rusak, oli kurang, saringan kotor dan saluran tersumbat.

Untuk hal ini jika indikator ini menyala maka segera diperbaiki, langkah yang dapat kalian lakukan dengan mudah ialah dengan memeriksa jumlah oli melalui stick oli. Apabila oli tidak mencukupi maka silahkan ditambah dengan oli yang masih baik/bagus, yang kemudian periksa juga pada kebocoran oli jangan sampai setelah kalian tambah, selang beberapa hari oli sudah habis kembali.

Timing Belt Putus

Dalam mekanisme katup, terdapat timing belt yang dimana berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari poros engkol ke poros nok. Bila timing belt ini putus, bisa membuat piston dan katup-katupnya saling bertubrukan. Yang dalam hal ini sehingga akan terjadi kerusakan pada komponen katup dan pistonnya. Sehingga memaksa mobil anda harus turun mesin untuk diperbaiki. Tetapi tidak semua mobil yang timing belt putus menyebabkan kerusakan pada komponenkatup dan pistonnya, dan ada juga yang aman-aman maupun tidak menyebabkan kerusakan. Semuanya tergantung dari kontruksinya. Yang pasti akan membuat mobil kalian mogok dan tidak bisa dihidupkan. Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa yang terbaik adalah pecegahan, yaitu dengan mengganti timing belt secara rutin. Biasanya sekitar 65.000 – 80.000 km, timing belt sudah diganti.

Overheating

Dalam hal ini pernahkah mobil kalian mengalami mogok? Jika iya lalu apa penyebabnya? bensin habis? busi mati? atau yang lain?. salah satu penyebab mobil mogok adalah over heating, dan akan menimbulkan beberapa kerusakan seperti kepala silinder yang melengkung yang akan membuat pelumas atau oli dapat bercampur dengan air yang sehingga perlu untuk dilakukan perbaikan. Perbaikannya meliputi pelepasan kepala silinder dan diratakan, jadi dalam hal ini tidak total semua untuk dibongkar, melainkan setengahnya saja. Pekerjaan ini sering disebut dengan semi overhaul.

Untuk langkah antisipasinya adalah, apabila temperatur mesin sudah berada di level HOT (H), sebaiknya mesin segera dimatikan dan dilakukan pengecekan lebih lanjut. Umumnya over heating disebabkan oleh sistem pendingin yang tidak bekerja secara traditional, seperti kipas radiator mati, air pendingin habis karena terjadi kebocoran, dan lain sebagainya.

 

 

Cara Menggunakan Lubricant Oil Transfer Container

Oli Lubricant atau lebih dikenal dengal oli pelumas kendaraan, pelumas ini merupakan hal yang sangat penting bagi mesin untuk bekerja maksimal. Lubricant oil transfer container merupakan alat modern yang sudah banyak digunakan di berbagai negara maju. Di Indonesia belumbanyak yang mengetahui kegunaan alat ini seperti apa, di bengkel bengkel masih menggunakan corong oli literan yang terbuat dari besi atau dari plastik. Padalah seperti diketahui, alat seperti colong literan tersebut banyak sekali menimbulkan kecelakaan kerja dan kontaminasi pada cairan lubricant.

(Lubricant oil transfer containers)

Produk lubricant container ini memberikan kemudahan untuk anda memindahkan oli dari drum besar ke mesin mesin anda, alat ini menjaga oli anda tetap aman saat dipindahkan dan menjaga agar tidak tumpah saat dipindahkan. Kenapa anda harus menggunakan alat ini, pertama memberikan kenyamanan saat penggunaannya, kedua memberikan tempat kerja yang bersih dan rapi, ketiga mencegah kecelakaan kerja yang disebabkan oleh tumpahan oli, keempat menjaga oli yang anda pindahkan tetap aman dan bersih dari kotoran yang seharusnya tidak ada disana.

Cara menggunakan Lubricant Container bisa di tonton pada video dibawah ini

iCan Produk merupakan alat untuk memindahkan cairan oli atau yang lebih dikenal dengan Lubricant Oil transfer Container. Brand iCan sendiri sudah sangat dikenal di Australia, bahkan sempat menjadi produk favorit di produk sejenisnya. Tidak banyak yang mengetahui produk yang sudah sangat terkenal di Australia ini adalah buatan Indonesia, pabriknya sendiri berada di Denpasar, Bali yang dikelola oleh PT Aqualine. Prerusahaan asal Indonesia ini ditunjuk oleh iCan Group Ltd yang berkantor pusat di Hong Kong untuk menjadi distributor dan manufakturer iCan produk.

Cara Mengatasi Asap Hitam Pada Kendaraan

Cara mengatasi asap hitam pada kendaraan – Asah yang keluar dari kendaraan anda sering membuat anda minder di jalanan, asap hitam pekat yang di keluarkan biasanya menarik perhatian para pengendara lainya. Ini tentu sangat tidak mengenakan bagi anda yang kendaraan bermasalah seperti ini, tidak hanya anda yang dirugikan, pengguna jalan lain juga dirugikan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan asap hitam pekat tersebut muncul, diartaranya;

Tidak Pernah diService

kendaraan yang tidak pernah diservice menyebabkan mensin yang seharusnya mendapatkan oli baru dan pembersihan menjadi haus, maka pembakaran tidak terjadi secara maksimal.

Bahan Bakar Yang Kotor

Sudah bukan hal yang asing lagi, pembakaran yang tidak sempurna dalam dapur pacu menyebabkan asap hitam muncul. 

 

Cara membersihkan bahan bakar dengan murah

Gunakan FCC (Fuel Conditioner) untuk membersihkan dengan cepat, cukup campurkan FCC ke bahan bakar anda. FCC akan bekerja secara aktif membersihkan kotoran atau air yang berada dalam bahan bakar anda. Dengan bahan yang ramah lingkungan FCC memberikan efek yang luar biasa untuk mesih anda. Cara kerja FCC dapat di video dibawah ini.

 

Ingin mencoba FCC di kendaraan anda? tunggu apalagi beli coba sekarang disni

Kapan dan Cara Bersihkan Kontainer yang dapat dilepas dan dapat digunakan kembali

Wadah yang dapat dilapisi dan dapat digunakan kembali (S & R) menjadi lebih dan lebih populer di industri pelumasan. Wadah ini, yang datang dalam berbagai gaya dan ukuran agar sesuai dengan kebutuhan Anda, dapat berdampak cepat pada program pelumasan Anda, membantu mencegah penyerapan partikel ke dalam minyak baru dan kontaminasi silang dari berbagai jenis minyak.

Perawatan yang tepat dari wadah S & R sangat penting. Ini termasuk membiarkan wadah tertutup bila tidak digunakan, dengan memberi label yang benar untuk mencegah kontaminasi silang dari minyak berbeda saat mengisi kontainer, menjaga agar wadah tetap bersih dari dalam dan luar, dan menyimpan wadah di lemari terdekat jika tidak di menggunakan. Salah satu cara untuk mencegah kontaminasi masuk ke wadah S & R adalah dengan menggunakan koneksi cepat pada model pompa tangan. Jika Anda memasang sambungan cepat wanita di ujung selang dan sambungan cepat laki-laki pada wadah S & R, wadah akan tetap tertutup dari kontaminan luar yang ada, bahkan saat mengisi wadah dari tempat penyimpanan massal Anda.

88% profesional pelumasan menggunakan kontainer yang dapat disegel dan dapat digunakan kembali, menurut sebuah survei baru-baru ini di machinerylubrication.com

Partikel dan kelembaban bisa masuk pelumas dari berbagai sumber dan entry point. Banyak dari kontaminan ini muncul di pelumas karena ditangani dan diangkut dari pabrik campuran ke titik akhir penggunaan pada peralatan. Untuk mesin kecil, sejumlah besar kontaminasi dapat diperkenalkan pada tahap terakhir – antara penyimpanan massal atau menengah (drum atau tote) dan mesin itu sendiri. Di sinilah wadah S & R dapat memainkan peran penting dalam mengendalikan ingatan kontaminan selama perubahan minyak rutin dan top up (pengenalan minyak makeup), jika wadah ditangani dengan benar.

Lubricant Oil Transfer Container

Penting juga untuk menjaga agar wadah S & R tetap bersih. Mengambil minyak bersih dan tersaring dari tempat penyimpanan massal (drum dan totes) dan memasukkannya ke dalam wadah S & R yang telah duduk-duduk dengan penutup mengumpulkan partikel kotoran atau uap air, atau hanya menggunakan wadah yang sama untuk semua minyak adalah buang-buang waktu. dan usaha. Mesin harus memiliki minyak bersih. Memanfaatkan kontainer S & R dengan benar untuk top-up mesin Anda dapat membantu mendorong program pelumasan Anda ke ketinggian baru.

Kapan harus dibersihkan

  • Jika wadah telah dibiarkan terbuka (dengan tutupnya, spouts terbuka, dll.) Untuk jangka waktu yang lama, sisa minyak di dalam harus dikeringkan dan wadah dibersihkan.

     

  • Selama pemakaian, kontainer akan menjadi kotor di bagian luar saat bersentuhan dengan minyak, kotoran atau peralatan. Tetapkan jadwal pembersihan rutin untuk kontainer berdasarkan berapa kali mereka diisi ulang dan digunakan atau gunakan jadwal bulanan.

     

  • Hindari minyak yang mencemari silang dalam wadah yang sama. Jika ini terjadi, wadah harus dikeringkan dan dibersihkan.

Bagaimana cara membersihkan

  • Buang pelumas yang tersisa ke dalam wadah limbah yang tepat.

     

  • Gunakan spons untuk membersihkan bagian dalam dan luar wadah dengan air hangat dan sabun.

     

  • Pastikan untuk membilas semua sabun dengan air hangat.

     

  • Usap wadah kering menggunakan lap tanpa serat.

When and How to Clean a Sealable, Reusable Container

Sealable and reusable (S&R) containers are becoming more and more popular in the lubrication industry. These containers, which come in many different styles and sizes to fit your needs, can have a quick impact on your lubrication program, helping to prevent particle ingression into new oils and cross-contamination of different oils.

Proper care of an S&R container is critical. This includes leaving the containers sealed when not in use, having them properly labeled to prevent any cross-contamination of different oils when refilling the containers, keeping the containers clean on the inside and outside, and storing the containers in a nearby cabinet when not in use. One way to prevent contamination from getting into an S&R container is by using quick-connects on the hand-pump models. If you install a female quick-connect on the hose end and a male quick-connect on the S&R container, the container will remain sealed from any outside contaminants that may be present, even when refilling the container from your bulk storage.

88% of lubrication professionals use sealable and reusable containers, according to a recent survey at machinerylubrication.com

Particles and moisture can enter lubricants from various sources and entry points. Many of these contaminants appear in lubricants as they are being handled and transported from the blend plant to the ultimate point of use in a piece of equipment. For small machines, a surprisingly large amount of contamination can be introduced during the last stage – between the bulk or intermediate storage (drum or tote) and the machine itself. This is where an S&R container can play a vital role in controlling contaminant ingression during routine oil changes and top-ups (the introduction of makeup oil), if the container is handled correctly.

Lubricant Oil Transfer Container

It is also important to keep S&R containers clean. Taking clean, filtered oil from bulk storage areas (drums and totes) and putting it into an S&R container that has been sitting around with the lid off collecting dirt particles or moisture, or simply using the same container for all oils is a waste of time and effort. Machines must have clean oil. Utilizing S&R containers correctly to top-up your machines can help propel your lubrication program to new heights.

When to Clean

  • If a container has been left open (with the lid off, spouts open, etc.) for a long period of time, the oil remaining inside should be drained out and the container cleaned.

  • During use, containers will become dirty on the outside when coming into contact with oil, dirt or equipment. Set a routine cleaning schedule for the containers based on the number of times they are refilled and used or employ a monthly schedule.

  • Avoid cross-contaminating oils in the same container. If this occurs, the container should be drained and cleaned.

How to Clean

  • Dispose of any remaining lubricant into a proper waste container.

  • Use a sponge to thoroughly clean the inside and outside of the container with warm water and soap.

  • Be sure to rinse out all soap with warm water.

  • Wipe the container dry using a lint-free rag.

How To Overcome Black Smoke On Vehicles

How to deal with black smoke in vehicles – Smoke coming out of your vehicle often makes you feel inferior on the streets, thick black smoke is usually attracted the attention of other riders. It certainly is not wearing for you who troubled vehicles like this, not only you are harmed, other road users are also harmed.

There are several factors that cause the black smoke to appear, including;

Never inService

a vehicle that never diservice causes the mensin that is supposed to get new oil and the cleaning becomes thirsty, then burning does not occur maximally.

Dirty Fuel

It’s not a strange thing anymore, incomplete combustion in the runway kitchen causes black smoke to appear.

How to clean fuel cheaply

Use FCC (Fuel Conditioner) to clean quickly, just mix the FCC into your fuel. The FCC will work actively cleaning up dirt or water in your fuel. With eco-friendly materials the FCC provides a remarkable effect for your mesih. How the FCC works can be in the video below.

How to Use Lubricant Oil Transfer Container

Lubricant oil or better known as vehicle oil lubricant, this lubricant is very important for the machine to work optimally. Lubricant oil transfer container is a modern tool that has been widely used in various developed countries. In Indonesia not yet many who know the usefulness of this tool like, in the garage workshop is still using a literan oil funnel made of iron or from plastic. In fact, it is known that such a tool like colong literan causes a lot of work accidents and contamination on lubricant fluid.

(Lubricant oil transfer containers)

This lubricant container product makes it easy for you to move the oil from the big drum to your machine, it keeps your oil safe when removed and keeps it from spilling when it is moved. Why you should use this tool, firstly provide comfort during use, secondly provide a clean and tidy workplace, all three prevent work accidents caused by oil spills, all four keep the oil you move safe and clean from dirt that should not be there.

How to use Lubricant Container can be watched in the video below

iCan Product is a tool to move oil liquid or better known as Lubricant Oil Transfer Container. ICan brand itself is very well known in Australia, even had a favorite product in similar products. Not many know the product that is very famous in Australia is made in Indonesia, the factory itself is in Denpasar, Bali managed by PT Aqualine. This Indonesian company is appointed by iCan Group Ltd headquartered in Hong Kong to become a distributor and manufacturer of iCan products.