phenomenal bmw car engine the continental bmw39s small

Tips Untuk Merawat Mesin Mobil Tetap Awet

Tips Untuk Merawat Mesin Mobil Tetap Awet –  Nah disini kami akan mencoba mengulas atau membagikan cara yang sederhana dalam merawat mesin mobil yang dapat anda lakukan sendiri dirumah, misalnya dalam pergantian oli secara berkala, pengecekan filter udara dan sebagainya yang akan coba kami kupas secara singkat untuk anda semua, kalau begitu tidak berlama-lama simak saja ulasan berikut ini.

Membersihkan Komponen Filter Karburasi

Bersihkanlah komponen ini dengan menggunakan sikat gigi supaya kotoran serta kerak yang menempel atau melekat dapat hilang. Pada saat membersihkan filter karburasi ini, jangan menggunakan hairdrayer atau juga compressor karena akan dapat mengakibatkan kerusakan pada filter karburasi ini. Dalam hal ini mungkin anda sering mengalami susahnya menyalakan mesin mobil, ya masalah ini sering sekali timbul karena kurangnya pengecekan pada bagian filter karburasi. Filter karburasi yang kotor karena jarang dicek tentu hal ini akan dapat menimbulkan masalah yang cukup merepotkan seperti susahnya mesin dinyalakan. 

Pengecekan Air Radiator Atau Coolant

Untuk komponen yang satu ini dapat dikatakan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga suhu mesin mobil. Yang dimana bila air dalam radiator kosong tidak hanya akan menjadikan mesin tersebut menjadi rusak namun juga dapat membuat keamanan dan kenyamanan pengemudi jadi terganggu. Kekosongan air pada radiator akan dapat menyebabkan mesin tersebut menjadi panas atau yang disebut dengan overheat. Nah jika sudah mengetahui betapa pentingnya radiator pada mesin mobil, kini anda jangan sampai lalai untuk pengecekan pada air radiator dan jangan sampai kehabisan atau kosong.

Dengan Pacu Mobil Anda

Pada mobil yang telah memiliki usia atau dalam pemakaian yang cukup lama tentu akan dapat menghasilkan kotoran atau kerak di beberapa komponen mesin. Untuk mengatasinya cukup mudah, anda hanya cukup menginjak pedal gas dalam-dalam supaya kerak tersebut masuk ke saluran knalpot dan terbuang. Namun anda tetap harus mengutamakan keselamatan dalam berkendara pada saat mobil tersebut dipacu dengan kencang.

Mengganti Oli Mesin Secara Berkala

Untuk kinerja yang dihasilkan oleh mesin mobil hal ini tergantung pada tahap perawatan yang satu ini, supaya kondisi mesin tetap awet dan prima, untuk itu alangkah baiknya lakukan pergantian oli mesin secara berkala sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh pabrikan dari mobil tersebut, namun pada umumnya dalam pergantian oli mesin dilakukan setiap 3000 km hingga 5000 km sekali.

Untuk memastikan oli yang di tuangkan ke mobil anda benar-benar terjaga, pastikan bengkel anda menggunakan Lubricant Transfer Container. Alat seperti ini pengganti wadah oli yang konfensional, biasanya alat konfensional tersebut kotor dan berkarat, itulah yang sering menyebabkan kualitas oli anda menjadi menurun. Lubricant transfer Container ini sebenarnya sudah banyak digunakan di luar negeri, di luar sana performa mesin sangat mereka jaga, oleh sebab itu mereka menggunakan container yang baik untuk memindahkan oli daru Drum drum besar ke mesin.

Featured3

Cara Menggunakan Lubricant Oil Transfer Container

Oli Lubricant atau lebih dikenal dengal oli pelumas kendaraan, pelumas ini merupakan hal yang sangat penting bagi mesin untuk bekerja maksimal. Lubricant oil transfer container merupakan alat modern yang sudah banyak digunakan di berbagai negara maju. Di Indonesia belumbanyak yang mengetahui kegunaan alat ini seperti apa, di bengkel bengkel masih menggunakan corong oli literan yang terbuat dari besi atau dari plastik. Padalah seperti diketahui, alat seperti colong literan tersebut banyak sekali menimbulkan kecelakaan kerja dan kontaminasi pada cairan lubricant.

(Lubricant oil transfer containers)

Produk lubricant container ini memberikan kemudahan untuk anda memindahkan oli dari drum besar ke mesin mesin anda, alat ini menjaga oli anda tetap aman saat dipindahkan dan menjaga agar tidak tumpah saat dipindahkan. Kenapa anda harus menggunakan alat ini, pertama memberikan kenyamanan saat penggunaannya, kedua memberikan tempat kerja yang bersih dan rapi, ketiga mencegah kecelakaan kerja yang disebabkan oleh tumpahan oli, keempat menjaga oli yang anda pindahkan tetap aman dan bersih dari kotoran yang seharusnya tidak ada disana.

Cara menggunakan Lubricant Container bisa di tonton pada video dibawah ini

iCan Produk merupakan alat untuk memindahkan cairan oli atau yang lebih dikenal dengan Lubricant Oil transfer Container. Brand iCan sendiri sudah sangat dikenal di Australia, bahkan sempat menjadi produk favorit di produk sejenisnya. Tidak banyak yang mengetahui produk yang sudah sangat terkenal di Australia ini adalah buatan Indonesia, pabriknya sendiri berada di Denpasar, Bali yang dikelola oleh PT Aqualine. Prerusahaan asal Indonesia ini ditunjuk oleh iCan Group Ltd yang berkantor pusat di Hong Kong untuk menjadi distributor dan manufakturer iCan produk.

Featured3

Kapan dan Cara Bersihkan Kontainer yang dapat dilepas dan dapat digunakan kembali

Wadah yang dapat dilapisi dan dapat digunakan kembali (S & R) menjadi lebih dan lebih populer di industri pelumasan. Wadah ini, yang datang dalam berbagai gaya dan ukuran agar sesuai dengan kebutuhan Anda, dapat berdampak cepat pada program pelumasan Anda, membantu mencegah penyerapan partikel ke dalam minyak baru dan kontaminasi silang dari berbagai jenis minyak.

Perawatan yang tepat dari wadah S & R sangat penting. Ini termasuk membiarkan wadah tertutup bila tidak digunakan, dengan memberi label yang benar untuk mencegah kontaminasi silang dari minyak berbeda saat mengisi kontainer, menjaga agar wadah tetap bersih dari dalam dan luar, dan menyimpan wadah di lemari terdekat jika tidak di menggunakan. Salah satu cara untuk mencegah kontaminasi masuk ke wadah S & R adalah dengan menggunakan koneksi cepat pada model pompa tangan. Jika Anda memasang sambungan cepat wanita di ujung selang dan sambungan cepat laki-laki pada wadah S & R, wadah akan tetap tertutup dari kontaminan luar yang ada, bahkan saat mengisi wadah dari tempat penyimpanan massal Anda.

88% profesional pelumasan menggunakan kontainer yang dapat disegel dan dapat digunakan kembali, menurut sebuah survei baru-baru ini di machinerylubrication.com

Partikel dan kelembaban bisa masuk pelumas dari berbagai sumber dan entry point. Banyak dari kontaminan ini muncul di pelumas karena ditangani dan diangkut dari pabrik campuran ke titik akhir penggunaan pada peralatan. Untuk mesin kecil, sejumlah besar kontaminasi dapat diperkenalkan pada tahap terakhir – antara penyimpanan massal atau menengah (drum atau tote) dan mesin itu sendiri. Di sinilah wadah S & R dapat memainkan peran penting dalam mengendalikan ingatan kontaminan selama perubahan minyak rutin dan top up (pengenalan minyak makeup), jika wadah ditangani dengan benar.

Lubricant Oil Transfer Container

Penting juga untuk menjaga agar wadah S & R tetap bersih. Mengambil minyak bersih dan tersaring dari tempat penyimpanan massal (drum dan totes) dan memasukkannya ke dalam wadah S & R yang telah duduk-duduk dengan penutup mengumpulkan partikel kotoran atau uap air, atau hanya menggunakan wadah yang sama untuk semua minyak adalah buang-buang waktu. dan usaha. Mesin harus memiliki minyak bersih. Memanfaatkan kontainer S & R dengan benar untuk top-up mesin Anda dapat membantu mendorong program pelumasan Anda ke ketinggian baru.

Kapan harus dibersihkan

  • Jika wadah telah dibiarkan terbuka (dengan tutupnya, spouts terbuka, dll.) Untuk jangka waktu yang lama, sisa minyak di dalam harus dikeringkan dan wadah dibersihkan.

     

  • Selama pemakaian, kontainer akan menjadi kotor di bagian luar saat bersentuhan dengan minyak, kotoran atau peralatan. Tetapkan jadwal pembersihan rutin untuk kontainer berdasarkan berapa kali mereka diisi ulang dan digunakan atau gunakan jadwal bulanan.

     

  • Hindari minyak yang mencemari silang dalam wadah yang sama. Jika ini terjadi, wadah harus dikeringkan dan dibersihkan.

Bagaimana cara membersihkan

  • Buang pelumas yang tersisa ke dalam wadah limbah yang tepat.

     

  • Gunakan spons untuk membersihkan bagian dalam dan luar wadah dengan air hangat dan sabun.

     

  • Pastikan untuk membilas semua sabun dengan air hangat.

     

  • Usap wadah kering menggunakan lap tanpa serat.